Jumat, 03 Januari 2014

sejarah Singkat ARISTOTELES

           Aristoteles adalah salah satu tokoh Filsafat yang banyak dikagumi orang. sebenarnya aku gak                   mengagumi, tapi ada beberapa pendapat yang sangat cocok dengan pemikiran saya. makanya timbul            suka pada Aristoteles dan ini nih sejarah singkatnya..
Aristoteles lahir pada tahun 384 M di Trasia, suatu kota di Yunani Utara, bapaknya bernama Machon yang berpropesi sebagai dokter, keluarganya adalah orang-orang yang tertarik pada ilmu kedokteran, ia banyak mempelajari filsafat, Matematika, Astronomi, Retorika dan ilmu-ilmu lainnya. Pada usia 18 tahun Aristoteles dikirim ke Athena untuk belajar di academia Plato. Ia tinggal disana sampai Plato meninggal dunia pada tahun 347/348, jadi kita-kira 20 tahun ia belajar kepada Plato.
Dengan kecerdasanya  yang luar biasa, Aristoteles menguasai berbagai ilmu yang berkembang pada masanya.di Athena ia mendirikan sekolah yang bernama Lyceum sekolah itu menghasilkan banyak penelitian yang tidak hanya dapat menjelaskan prinsip-prinsip sains, tetapi juga politik, retorika , dan sebagainya. Lalu ia meninggalkan Athena pada tahun 322 M karena ia diisukan sebagai Atheis.
 ia belajar ilmu astronomi kepada Eudotos dan Kaippos yang pada masa itu terkenal asebagai ahli astronomi. Aristoteles juga menmgajarkan anggota-anggota akademi yang lebih muda tentang logika dan retorika.
Tidak hanya itu, Aristoteles juga salah seorang yang pernah mengalahkan pemikiran-pemikiran orang Yunani secara ilmiah dengan pernyataan-pernyataan yang logis dan brilian, pernyataan-pernyataan tersebut ia peroleh melalui diskusi dengan murid-muridnya. Keberhasilannya mengahsilkan menyusun tekhnik berfikir sistematis dan benar sekaligus hukum-hukumnya, telah mengangkatnya mejadi guru pertama logika di dunia sampai kemasa ini.
Bila orang-orang sofis banyak menganggap manusia tidak akan mampu memperoleh kebenaran, Aristoteles dalam metaphysics menyatakan bahwa manusia dapat mencapai kebenaran. Karna Aristoteles percaya adanya Tuhan. Bukti adanya Tuhan adalah bukti adanya gerak (a firs couse of mation). Menurutnya Tuhan itu sebagian dirinya sendiri. Namun Tuhan adalah kesempurnaan tertinggi, dan kita mencontohnya untuk perbuatan dan pikiran-pikiran kita. [1]
Pandangan Aristoteles sependapat dengan gurunya Plato, yaitu tujuan terakhir daripada filosofi adalah  pengetahuan tentang wujud/adanya dan yang umum. Dia juga mempunyai keyakinan tentang kebenaran yang sebenarnya hanya dapat dicapai dengan jelas. Menurut Aristoteles adanya itu tidak dapat diketahui dari materi benda belaka, tidak pula dari pemikiran yang bersifat umum semata.
Pandangan filsafatnya tentang etika adalah bahwa etika adalah sarana untuk mencapai kebahagiaan dan merupakan sebagai barang yang tertinggi dalam kehidupan. Etika dapat mendidik manusia supaya memiliki sikap yang pantas dalam segala perbuatan. Masih banyak lagi penjelasan-penjelasan yang dikeluarkan oleh aristoteles. Untuk lebih jelasnya bisa membaca buku-buku yang ada.
                                 
Buku-buku Terjemahan Aristoteles
Buku buku logika yang diterjemahkan oleh aristoteles adalah sebagai berikut:
·         Categoriae (al-Maqulat) berisi 10 macam predikat (keterangan). Buku ini diterjemahkan oleh Ibnu al-          Muqaffa, kemudian diterjemahkan lagi oleh Isbah bin Hunein, kemudian diterjemahkan lagi oleh Yahya bin   Adij dengan ulasan dari Iskandar Aprodisios. Al-Farabi menulis ulasan tentang Maqulat dan Ibnu Sina menulis tujuan Maqulat.
·         Interpretatione (tafsiran-tafsiran) yang dalam dunia islam terkenal dengan nama Pro-Armenias, berisi keterangan tentang bahasa yaitu tentang proposisi dan bagian-bagiannya. Buku tersebut diterjemahkan oleh Ishaq bin Hunein dan juga al-Farabi.
·         Analytica Priora yang membicarakan qiyas diterjemahkan oleh Ibnu Al-Muqaffa, kemudian di jelaskan oleh Al-Kindi, Abu Bisyr, Matius, Al-Faraby, Dan Al-Jurjani.
·         De Caelo (langit) yang diterjemahkan oleh Ibnu Petrik, kenmudian diberi ulasan oleh al-Farabi, Abu Hasim al-Jubbai juga mengulasnya dengan judul al-Mutassaffih. Disana ia banyak menentang pikiran-pikiran Aristoteles.
·         Anima (jiwa) yang diterjemahkan oleh Ishak bin Hunein, Ibnu Sina, Qusta bin Luzas dan Imam Ar-Razi didasarkan atas pikiran-pikiran Aristoteles.

      Beberapa Pendapat Mengenai Filsafat
                Aristoteles berpendapat bahwa sebuah pemikiran manusia  adalah praktika atau poitika atas teoritika. Praktika apabila ia berhubungan dengan sikap manusia . Poitika apabila ia berhubungan dengan bangunan estetika atau keindahan kata. Sedangkan teoritika apabila ia menyelidiki adanya nyata.
                Menurut pembagian itu, filsafat teoritika adalah fisika yang mengupas segala sesuatu yang berubah ubah dan tidak terpisah. Adapun metafisika atau teologi mengupas yang tidak berubah yang dapat dipisah. Filsafat etika yang mengupas tentang perilaku manusia dalam keluarga dan Negara. Filsafat politik mewujudkan pembangunan teknik dan seni mengatur dan mengolah pemerintah, atau bangsa, atau Negara.
               Aristoteles menulis berbagai macam pengertian dan pendapat-pendapatnya. Salah satunya yaitu menulis tentang langit dan bintang-bintang, tentang gerak timbul dan lenyap, tentang jenis hewan dan sejarahnya, tentang tumbuh-tumbuhan dan jiwa. Pengetahuan yang luas itu, berdasarkan pengalaman dan pengamatan, dengan itu ia mempengaruhi ilmu alam sampai kira-kira 18 abad lamanya.
               Aristoteles yang dikenal sebagai “bapak logika” telah memperkenalkan cara berpikir silogisme yaitu setiap penyimpulan dari dua keputusan yang di simpulkan dengan suatu keputusan yang baru. Namun metode silogisme ini mengalami masa surut, metode ini hanya digunakan untuk penerapan hokum-hukum yang bersifat universal pada semua hal yang khusus, tetapi tidak mampu menyusun suatu hokum universal yang di tarik dari kesimpulan-kesimpulan khusus.
itu sejarah singkatnya.. makasih ^_^


[1] Atang abdul, filsafat umum. Bandung, hal. 216

Tidak ada komentar:

Posting Komentar